“Bakteri dari genus Desulfitobacterium mampu
menghasilkan listrik secara berkesinambungan dalam tingkat yang dapat digunakan
untuk mentenagai alat elektronik kecil. Sejauh bakterinya diberi makan bahan
bakar, mereka mampu menghasilkan listrik 24 jam sehari,” kata Charles Miliken,
yang melakukan penelitiannya bersama rekannya Harold May.
Tapi apa yang mengagetkan May bukanlah kalau
bakteri tersebut dapat menghasilkan listrik; hal ini sudah diketahui sejak tahun
1912. Namun Desulfitobacterium berbeda dari bakteri penghasil listrik
sebelumnya. Hingga penemuan May, ahli mikrobiologi menduga kalau hanya bakteri
gram negatif, dengan dua selaput sel (dalam dan luar), dapat membuat tegangan,
atau beda potensial listrik, di antara kedua selaputnya (protein yang tertempel
di selaput luar karenanya mampu menghasilkan arus listrik yang dibangkitkan oleh
beda potensial ini). Desulfitobacterium adalah bakteri gram positif, dengan
hanya satu selaput sel yang bisa atau tidak bisa tertempel protein. Jadi sang
bakteri pasti membuat listriknya dengan cara berbeda; mekanisme ini tetap jadi
misteri yang masih dipelajari May.
Bakteri ini paling terkenal atas kemampuan mereka
memecah dan menawarkan racun sebagian polutan lingkungan paling problematis,
termasuk PCB dan beberapa larutan kimia.
“Teknologi ini dapat digunakan untuk membantu
reklamasi air limbah sehingga membuang racun sekaligus membangkitkan listrik.”
Bagaimana unik bukan?
Semoga membuat semangat kita untuk menggembangkan ilmu fisika, salam fisika. Sekian
info seputar fisika kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Saya berterima
kasih juga kepada blog tariphysics112. Jangan lupa untuk selalu mampir ke blog
sederhana saya ini. Dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan komentar dan klik
tombol like di bawah ini.


0 komentar:
Posting Komentar